Oleh: Ikhwanur Rahmah
Corono Virus Disease 2019
atau yang lebih familiar dengan sebutan Covid-19 merupakan penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh Novel Coronavirus atau virus corona jenis
baru. Virus ini dapat menyerang paru-paru hingga menyebabkan kematian bagi
setiap orang yang terinfeksi. Menurut organisasi Kesehatan dunia atau yang
biasa dikenal dengan singkatan WHO (World Health Organization), virus
ini menyebar melalui droplet yang dikeluarkan oleh orang yang sudah terinfeksi ketika
mereka bersin, batuk ataupun berbicara. Droplet tersebut kemudian mengenai
benda atau permukaan yang mana jika disentuh oleh orang sehat lalu mereka
menyentuh mata, hidung atau mulut, maka dapat dipastikan orang tersebut akan
terinfeksi virus ini.
Beberapa bulan berlalu sejak awal munculnya virus corona akhir
tahun 2019 lalu, tatanan kehidupan masyarakat dunia berubah drastis 180o.
Di tengah semakin bertambahnya kasus positif Covid-19 yang sama sekali tidak
bisa dianggap remeh, sebagian besar masyarakat dunia terutama di Indonesia semakin
merasa takut dan khawatir. Tidak diragukan lagi, mengingat betapa berbahayanya
virus ini, membuat pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus berpikir keras
untuk mengurangi penyebaran virus dengan membuat berbagai macam peraturan dan
himbauan. Mulai dari anjuran untuk tetap di rumah saja (stay at home)
hingga lock down di beberapa kota yang memiliki kasus terinfeksi virus
paling tinggi, keharusan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivias di
luar, sering mecuci tangan dengan sabun atau pun hand sanitizer, menjaga
jarak (social distancing) minimal 1 meter dengan orang lain di tempat
ramai.
Berbagai dampak ditimbulkan akibat munculnya virus ini, baik itu dari
sisi positif maupun negatif. Tidak dapat dipungkiri, segala bidang kehidupan
ikut terdampak. Mulai dari kesehatan, sosial, Pendidikan, ekonomi, lingkungan
dan sebagainya. Korban terinfeksi yang terus berjatuhan, kondisi perekonomian
terpuruk, kasus pencurian meningkat, banyak siswa terancam putus sekolah, PHK
di mana-mana merupakan sederet masalah yang dihadapi akibat adanya virus ini.
Namun, sedikit yang menyadari bahwa seperti yang selalu kita
percaya bahwa pasti selalu ada hikmah dibalik apa pun yang terjadi di dunia ini.
Benar saja, adanya ini seakan memberikan manfaat bagi bumi dan memberikan kesadaran
juga bagi manusia sendiri. Lalu, apa saja hikmah tersebut?
Polusi Udara dan Air Menurun
Jika bumi bisa berbicara, mungkin ia akan berterima kasih dengan
adanya virus ini.
Semenjak diberlakukannya himbauan “tetap di rumah saja” bahkan peraturan
lock down untuk mengurangi penyebaran virus, tempat-tempat ramai seperti
jalanan dan pabrik-pabrik menjadi sangat sepi dari biasanya. Kendaraan yang biasanya
berlalu-lalang non-stop 24 jam di jalanan menyebabkan udara tercemar yang diakibatkan
oleh proses pembakaran bahan bakar yang menghasilkan asap mengandung gas karbon
monoksida (CO). Selain itu, aktivitas perindustrian yang dilakukan oleh pabrik-pabrik
setiap harinya juga menimbulkan pencemaran udara dan air yang disebabkan oleh
proses pembakaran bahan bakar dari mesin-mesin pabrik dan pembuangan limbah
sisa di daerah perairan. Hasil pembakaran bahan bakar dan pembuangan limbah dari
kedua aktivitas tersebut tentu saja mencemari lingkungan terutama udara dan air.
Air menjadi keruh, berbau dan berubah warna. Kemudian udara menjadi tidak
bersih dan sehat bahkan menyebabkan lapisan ozon bumi menipis selama beberapa
dekade terakhir. Lapisan ozon merupakan lapisan pelindung bumi agar terhindar
dari sinar ultra violet yang dimiliki matahari. Tanpa lapisan ini, manusia
tidak akan ada yang bisa bertahan hidup di bumi.
Beberapa waktu terakhir, NASA yang merupakan badan antariksa
nasional Amerika memvisualisasikan lapisan ozon yang kian membaik. Menurut peneliti
dari Universitas Colorado Boulder, Antara Banerjee, mengatakan bahwa lapisan
ozon mengalami pemulihan. Hal ini diketahui berdasarkan data dari pengamatan
satelit dan simulasi iklim, terkait temperatur atmosfer, cuaca dan tingkat
curah hujan. Hal
ini merupakan kabar baik bagi bumi yang kita tinggali. Kurangnya aktivitas
manusia, kendaraan dan perindustrian di tengah pandemi menjadi salah satu cara
bumi berbenah diri.
Saling Peduli Satu Sama Lain
Ternyata masih banyak orang baik di dunia ini. Jangan khawatir!
Di saat korban terinfeksi virus berjatuhan, tenaga medis kekurangan
alat pelindung diri (APD), banyak korban PHK, para pekerja harian yang
kehilangan pekerjaan, masih banyak orang-orang dari berbagai kalangan yang
mengatasnamakan kemanusiaan untuk membantu mereka yang kesulitan di tengah
pandemi ini.
Para relawan membantu tenaga medis menangani korban terinfeksi.
Tidak hanya itu, orang-orang menyisihkan sebagian rezekinya untuk menyediakan
APD dan alat-alat medis serta obat-obatan bagi tenaga medis dan rumah sakit.
Mereka juga membagikan sembako serta
uang tunai bagi para korban PHK dan pekerja harian. Terlebih lagi para
influencer dan publik figure seperti youtuber, selebgram dan juga artis
berlomba-lomba melakukan donasi untuk ikut membantu korban akibat situasi saat
ini. Bahkan di beberapa negara, orang-orang yang memiliki kemampuan bernyanyi
dan bermain alat musik berinisiatif
untuk menghibur tetangga-tetangga yang lain dan menghilangkan kebosanan mereka
akibat adanya larangan untuk keluar rumah.
Hal ini mengajarkan bahwa sudah menjadi tugas kita bersama untuk
melawan virus ini dengan tetap memperhatikan sesama, memiliki rasa solidaritas
yang tinggi tanpa memandang ras, suku dan kepercayaan. Semua sama, karna kita
manusia yang hidup di bumi yang sama pula dan tengah menghadapi ancaman nyata
yaitu pandemi Covid-19.
Menyadari Pentingnya Pola Hidup Sehat
Kesehatan itu mahal dan paling utama!
Sampai saat ini, para peneliti masih terus mengembangkan vaksin
untuk virus ini. Setiap orang menjadi panik jika suatu waktu mereka bisa saja
terinfeksi mengingat waktu yang diperlukan untuk mengembangkan vaksin cukup
lama. Mereka menyadari bahwa menjaga pola hidup sehat di situasi seperti ini
sangatlah penting, terutama meningkatkan imunitas tubuh. Meningkatkan imunitas
tubuh ini dapat dilakukan dengan cara menjaga asupan makanan dan minuman yang
bergizi, rutin berolahraga di rumah, mengelola stress dengan baik karena stress
dapat mengganggu dan mengurangi imunitas tubuh, beristirahat yang cukup,
terutama kualitas tidur yang harus sesuai dengan anjuran medis, yaitu 7-8 jam
untuk orang dewasa dan 10 jam untuk anak-anak.
Jika imunitas terganggu, maka tubuh akan mudah terinfeksi Covid-19.
Apalagi jika memiliki Riwayat penyakit lainnya yang dapat memperparah kondisi
tubuh setelah terinfeksi virus. Begitu pun sebaliknya, jika kita menjaga
imunitas tubuh dengan baik, maka tubuh tidak akan mudah terinfeksi Covid-19
karena tubuh dapat melawan virus yang masuk sehingga gejala yang ditimbulkan lebih
ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi harus tetap mengisolasi
diri di rumah agar tidak menyebarkan virus kepada orang lain.
Lebih Produktif
Manfaatkan waktu sebaik mungkin dengan hal-hal positif!
Selama adanya himbauan untuk tetap di rumah saja karena pandemi
Covid-19, segala aktivitas manusia di luar rumah dibatasi sehingga diusahakan
semua aktivitas sebaiknya dilakukan di rumah saja.
Mungkin sudah banyak hal yang kita rencanakan untuk di lakukan
sebelum adanya pandemi ini, namun tertunda karena masih banyak hal lainnya yang
harus dilakukan dan lebih urgensi. Tetapi, munculnya pandemi ini memberikan
efek positif untuk menjadi lebih produktif.
Banyak orang yang sebelumnya tidak sempat untuk membaca buku-buku
yang sudah dibeli, sekarang mereka dapat menyelesaikan membaca buku-buku
tersebut untuk mengisi waktu selama berada di rumah. Mereka yang tidak sempat
menonton film, series atau pun drama dapat menontonnya dan menyelesaikannya
sekarang kemudian mereka juga dapat mereview apa yang sudah ditonton dan membagikannya
kepada orang lain atau mereka dapat mendiskusikannya. Selain itu, orang-orang
juga banyak yang mempelajari skill baru untuk meng-upgrade kualitas diri
mereka. Tidak hanya skill baru, mereka juga menambah ilmu pengetahuan dengan
mengikuti berbagai webinar yang diadakan secara gratis melalui zoom meeting,
google meeting dan yang lainnya.
“ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al Baqarah: 216)
Komentar
Posting Komentar