Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan: HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025
Desember 19, 2025
Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan.
Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penerapan peraturan serta kurangnya ketegasan panitia dalam menegakkan ketentuan yang telah ditetapkan.
Sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara santun dan bertanggung jawab, pihak-pihak terkait menyampaikan keberatan melalui jalur komunikasi yang baik. Proses mediasi antara panitia dan perwakilan peserta kemudian dilakukan, hingga kesalahan administratif tersebut diakui dan ditindaklanjuti dengan peninjauan ulang hasil perlombaan.
Berdasarkan hasil mediasi tersebut, Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Malang yang sebelumnya meraih juara dua akhirnya ditetapkan sebagai juara satu sekaligus juara umum. Keunggulan HMB tidak terlepas dari penampilan yang memukau dalam menampilkan kekayaan Budaya Mbojo. Pada cabang fashion show, dua perwakilan HMB UIN Malang, Habib dan Kak Fika, berhasil mempersembahkan busana adat Mbojo dengan tampilan yang anggun, unik, dan penuh makna, sehingga menarik perhatian dewan juri dan penonton.
Selain itu, HMB UIN Malang juga menghadirkan tari daerah Bima yang dibawakan oleh beberapa perwakilan lainnya. Tarian tersebut menampilkan gerakan-gerakan yang indah, teratur, dan tetap tegas, mencerminkan karakter masyarakat Bima yang kuat, berwibawa, namun tetap menjunjung tinggi nilai estetika dan keselarasan. Penampilan tari ini semakin menguatkan identitas budaya Mbojo sebagai budaya yang kaya akan ekspresi seni dan filosofi.
Budaya Mbojo merupakan salah satu kekayaan Nusantara yang patut dijaga dan dilestarikan. Melalui ajang seperti Maliki Festival, budaya ini tidak hanya diperkenalkan di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan promosi budaya agar semakin dikenal luas. Upaya pelestarian budaya Mbojo menjadi tanggung jawab bersama agar keindahan dan nilai-nilainya tetap hidup serta diwariskan kepada generasi selanjutnya.


Komentar
Posting Komentar