Oleh: Nadia
Saat ini dunia benar-benar tengah diguncang oleh musibah corona,
kesedihan, ketakutan, dan kecemasan hampir semuanya merasakan. Kematian
dimana-dimana rumah sakit penuh oleh pasien yang terinfeksi virus covid-19,
para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani para pasien yang
terinfeksi harus merelakan keselamatan dirinya demi menjalankan tugasnya. Wabah
corona adalah salah satu musibah yang Allah timpakan pada seluruh umat manusia
diseluruh dunia.
Musibah adalah
takdir Allah yang mana bagi orang-orang kafir sebagai azab dan bagi orang-orang
mukmin adalah bentuk kasih sayang Allah
SWT. salah satunya sebagai ujian keimanan. Adanya wabah corona merupakan tanda
kebesaraan Allah SWT, untuk menguji kesabaran dan ketakwaan hamba-hamba-Nya.
Bagaimana mereka dapat mengendalikan rasa takut dan kekhawatirannya tanpa
mengurangi ketakwaannya kepada Allah SWT serta terus memperbaiki diri maka
mereka adalah hamba yang lulus dari ujian itu. Samahalnya dengan pelajar,
kelulusannya diawali dengan serangkaian ujian yang menguras tenaga dan fikiran,
barulah ia dikatakan berhasil.
Setiap mukmin
diharapkan dapat lulus dari ujian covid-19 ini. Tentunya harus terus
berikhtiar semaksimal mungkin menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan dan yang
paling utama adalah terus berdoa memohon pertolongan pada Allah SWT. Banyak
pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari musibah ini. Jika sebelumnya kita menyepelekan
mencuci tangan sebelum makan kini mencuci tangan menjadi suatu keharusan yang
kita lakukan guna terhindar dari terpapar virus corona.
Adanya virus
corona memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia, banyak orang
yang sibuk bekerja memperkaya diri mereka dengan dunia sampai lupa beribadah tapi
sekarang untuk sekedar melewati pagar rumahnya pun merasa enggan. Yang merasa
berat untuk sekedar mengulurkan tangannya untuk membantu saudaranya kini
berbondong-bondong untuk menyumbang dan berdonasi dimana-mana.
Tempat ibadah
ditutup, sekolah ditutup, kampus ditutup, kantor ditutup semuanya tutup, tapi
pintu rahmat dan ampunan Allah SWT. tidak pernah tertutup untuk hamba-hamba-Nya
yang mau mendekat dan memohon ampun atas segala kekhilafannya. Masjid ditutup
mengajarkan manusia indahnya sholat berjamaah, mendengarkan khutbah sholat
jum’at dan betapa kita merindukan bersujud di dalamnya. Tempat pendidikan
ditutup membuat kita menyadari ruang kelas yang biasanya kita seringkali merasa
bosan, mengantuk, dan tidak ingin berlama-lama di dalamnya kini sangat sayang untuk
dilewatkan, mendengar dan beratatap muka secara langsung dengan guru dan teman
untuk belajar bersama.
Musibah tidak
selalu tentang hal buruk yang merugikan pasti ada hikmah dan pembelajaran yang
bisa kita ambil dari itu semua. Memang wabah virus corona membuat perekonomian
dunia merosot tapi jika dengan itu membuat manusianya menyadari harta bukan
segalanya, dunia bukanlah akhir dari kehidupan ini, kenapa harus menyalahkan
takdir ?. Mari belajar untuk untuk bersabar dalam menghadapi kesulitan yang ada,
belajar untuk tetap bersyukur walau kesusahan, dan berserah diri kepada Allah
SWT. “Dan sungguh akan kami beri cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira
kepada orang-orang yang bersabar” (QS. Al Baqarah:155).
HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
“Hari ini kamu boleh merasakan kesusahan dalam hidup mu tapi jangan
pernah hilang harapan untuk bangkit dan
meraih mimpi dan masa depan yang membahagiakan”
Komentar
Posting Komentar