Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

 

 

Refleksi Hari Sumpah Pemuda
La_Yadi    
 
        Bung Karno pernah berkata dalam pidatonya “berikan aku 1.000 orang tua, maka ku cabut semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”. Pidato yang begitu revolusioner yang diucapkan oleh bapak pendiri bangsa, pidato dengan narasi semangat untuk kaum muda. Begitu besar harapan Bung Karno terhadap pemuda untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa indonesia. Pidato tersebut bukan hanya berupa harapan, tetapi itu bisa berindikasi bahwasanya kekuatan pemuda itu dahyat. Sebut saja peristiwa Rengasdengklok, dalam peristiwa ini pemuda mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Jika pada saat itu maklumat kemerdekaan tidak segera dilakukan, kemungkinannya hari ini kita masih terpenjara oleh penyiksaan penjajah.
        Setiap tahun tepat pada tanggal 28 oktober bangsa Indonesia memperingati hari sumpah pemuda. Hari sumpah pemuda adalah salah satu momentum hari nasional yang diperingati setiap tahunya. Adanya hari sumpah pemuda merupakan salah satu penghormatan lahirnya sumpah pemuda yang dikumandangkan oleh pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. Organisasi kepemudaan pada saat itu bertujuan untuk melestarikan persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mewujudkan impian itu mereka
menyelenggarakan kongres pemuda pertama pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta.dan ada beberapa kepemudaan yang tergabung dalam kongres pemuda pertama yitu jong Java, Jong Batak, Jong Ambon, dan Jong Islamieten Bond. Pada kongres pertama memicu tekad kaum muda untuk semangat mempersatukan kaum muda. Dari hasil Kongres Pemuda I lahir beberapa kesepakatan di antaranya: sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kemauan. Dan gagasan tersebut melahirkan beberapa aspek yang perlu disepakati secara bersama-sama. Hingga akhirnya, para pemuda melanjutkan kongres tersebut di hari berikutnya (Kongres 11) atau bertepatan pada pada tanggal 28 Oktober 1928. Dan di hari tersebut purnalah kesepakatan yang kemudian diucapkan dan dijadikan sebagai Sumpah Pemuda yang di dalamnya memuat satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Dan narasi lengkapnya sebagai berikut:
  
Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedua: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

        Sebagai regenerasi tentu kita harus merefleksi, reaktualisasi dan implementasi terhadap nilai-nilai atau semangat juang yang telah dikobarkan oleh pejuang bangsa. Mungkin sekarang kita tidak lagi untuk memerangi kolonial dan memperjuangan kemerdekaan dengat siap siaga mengangkat senjata, tapi bagaimana pemuda hari ini mampu memberikan kontribusi melalui ragam keilmuan yang telah dimiliki. Bagi yang bergerak di bidang ekonomi silakan memberikan kontribusi terbaiknya, pun demikian di bidang pendidikan, hukum, agama, sosial dan sejenisnya. 
     Dilihat dari sejarah terbentuknya Sumpah Pemuda, ada beberapa nilai juang yang perlu diinternalisasikan dalam diri kita sebagai regenerasi, di antaranya: optimis terhadap usaha yang diupayakan, toleransi, integrasi, solidaritas, tidak putus asa, serta semangat perjuangan dalam bingkai kebersamaan, persatuan dan kesatuan.

.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...