Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

NOSTALGIA GERAKAN PKI DI BIMA

NOSTALGIA GERAKAN PKI DI BIMA

La_Yadi

Tanggal 30 September 1965 adalah salah satu sejarah kelam di negri ini seperti yang dikatakan peri sandi di dalam bait puisinya yaitu pembantaian 6 jendral 1 perwira mati dilubang tak berdaya tidak ada dalam perang mahabarata bahkan disejarah dunia hanya ada disejarah Indonesia. Himpunan Mahasiswa Bima UIN malang menolak lupa dengan sejarah kelam di negri ini khusunya di daerah Bima itu sendiri, maka pada tanggal 30 September 2022 Himpunan Mahasiswa Bima UIN Malang merefleksi atau bernostalgia gerakan PKI di Bima. 

Dalam penyampaian narasumber Fahrur Rizki seorang sejarawan sekaligus pemerhati Budaya gerakan PKI di Bima dimulai pada Desember 1965. Gerakan PKI di Bima bukan gerakan murni komunisme melainkan gerakan politik balas dendam antara Masyumi dan PKI. PKI di Bima dibawa oleh orang China dari Surabaya yang berlayar ke Bima akibat efek dari gestapu dan mencari kader di berbagai titik dan salah satu basis kader terbesar ada di Sila.

Akibat dari politik balas dendam banyak sekali darah yang jatuh di tanah Bima pada masa itu. Wadu Mbolo dan Ncai Kapenta adalah dua tempat yang menjadi saksi bisu pembantaian kader-kader PKI. Pada tanggal 20 Desember merupakan tanggal pembersihan kader-kader PKI di Raba Dompu Kota Bima dan dieksekusi di Ncai Kapenta. Sedangkan di Sila pada tanggal 15 Desember beberapa rumah kader PKI dibakar.

Gestapu yang berada di Jawa membawa dampak terhadap gerakan PKI di Bima. Banyak sekali seniman atau sastrawan yang juga menjadi korban pada saat itu karena para seniman bergabung di salah satu lembaga kesenian yang dibawah naungan PKI yaitu “Lembaga Kesenian Rakyat” (Lekra). Ada juga gerakan-gerakan wanita pada masa itu yang di naungi oleh lembaga atau organiasi wanita yang dikenal dengan “gerakan wanita” (Gerwani).

Dari gestapu banyak istilah-istilah yang muncul dalam bahasa Bima seperti “Mpoka Patlo”. Mpoka patlo adalah istilah yang muncul dari pengaruh gestapu, istilah ini muncul akibat banyak anak-anak dari kader PKI yang tidak sekolah karena dibuli dan dimarzinalkan, lebih lagi pada masa orde baru saat tap MPR 1966 di keluarkan.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...