By Imam Sape
Posisi atau jabatan seseorang dalam organisasi akan selalu
berkaitan dengan wewenang dan tanggung jawab orang tersebut dalam organisasi.
Semakin tinggi posisi seseorang dalam level jabatan di organisasi, akan memiliki
tanggung jawab dan wewenang yang semakin besar. Semakin besar disini artinya
semakin luas pengaruh yang ditimbulkannya sebagai akibat dari penggunaan
tanggung jawab dan wewenangnya.
Melalui jabatan yang lebih tinggi seseorang dapat menggunakannya
untuk dampak yang lebih luas. Itulah sebabnya jika seseorang dengan jabatan
lebih tinggi dan melakukan pengabdian lebih baik, akan memberikan dampak yang
lebih luas pada organisasi, dan akan dapat mempengaruhi para bawahan melalui
pemberian teladan.Di organisasi apapun,termasuk organisasi kedaerahan selalu
memerlukan adanya pengabdian dari orang-orang yang ada di dalam organisasi
tersebut. Hal ini disebabkan, karena tidak mungkin organisasi dapat berkembang
jika orang-orang yang ada di organisasi semuanya berpikiran transaksional.
Mengapa demikian? Karena organisasi tidak akan mampu mengawasi seluruh perilaku
orang-orang yang ada di organisasi, organisasi juga tidak dapat memerintahkan
kepada orang-orang di dalam organisasi untuk melakukan pekerjaan diluar
keharusannya. Pengabdian merupakan suatu sikap dan perbuatan yang melaksanakan
pekerjaan tanpa mengharap adanya imbalan apapun, kecuali hanya untuk dapat
menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin. Dalam mencapai hasil sebaik mungkin
tersebut ada kemungkinan seseorang harus bekerja lebih dari yang seharusnya
dilakukan. Jika memang ada imbalan dari pekerjaan itu, maka imbalan itu bukan
menjadi tujuan bekerja, lebih dianggapnya sebagai bonus dari hasil pekerjaan
yang dilakukannya.
Pengabdian selalu didasari adanya kecintaan, kecintaan timbul
karena adanya pemahaman dan keterlibatan. Melalui pemahaman dan keterlibatan
inilah kemudian akan tumbuh kecintaan. Kecintaan kemudian dapat menimbulkan
berbagai sikap positif lain. Keberanian dan keikhlasan merupakan sikap-sikap
yang hanya bisa muncul karena kecintaan. Dengan keberanian dan keikhlasan
tersebut itulah kemudian timbul pengabdian.
Melalui sikap keberanian kemudian mempengaruhi seseorang dalam melaksanakan pekerjaan. Seseorang dengan keberanian yang baik, akan memiliki inisiatif yang baik. Akan memiliki kepercayaan diri yang baik, oleh karenanya produktifitas yang dihasilkannya juga akan tinggi. Seseorang dengan keikhlasan dalam bekerja akan memiliki hasil yang lebih hebat lagi. Sikap dan perilaku kerjanya yang dianggapnya sebagai ibadah membuatnya bekerja tanpa pamrih, kondisi ini mendorong perilaku kerja yang tidak asal, perilaku kerja yang tidak kenal pamrih, sehingga menimbulkan perilaku kerja yang tidak kenal lelah. Perilaku kerja seperti ini tentu akan meningkatkan produktifitas tinggi dalam organisasi.
Pengabdian selalu berkaitan dengan upaya mengambil tanggung jawab lebih dari kewajiban yang seharusnya dilakukan. Pengabdian juga selalu berkaitan dengan sikap yang lebih menomor duakan kepentingan sendiri dibandingkan dengan kepentingan bersama atau kepentingan organisasi. Pengabdian juga selalu jauh dari pamrih-pamrih material, hubungan transaksional, dan kebencian. Itulah sebabnya pengabdian dapat terjadi dimanapun posisi atau jabatan orang tersebut berada. Para pemimpin harus menteladankan pengabdian ini bagi siapapun di dalam organisasi, para pemimpin harus mampu merubah jargon-jargon tentang pengabdian menjadi tindakan-tindakan nyata yang dapat dilihat dampaknya. oleh karena itu para pemimpin harus menumbuhkan kecintaan pada orang-orang di dalam organisasi terhadap pekerjaan, profesi, rekan-rekannya dan organisasinya. Semakin banyak orang yang mencintai organisasi, semakin banyak orang yang memahami apa yang menjadi misi organisasi, semakin banyak orang memahami tentang manfaatnya dalam organisasi, maka akan semakin tinggi pula kemungkinan seseorang untuk memiliki sikap dan perilaku mengabdi. Jargon atau moto tentang bekerja adalah ibadah, ikhlas beramal, pahlawan tanpa tanda jasa merupakan jargon-jargon yang bertujuan untuk memotivasi tumbuhnya pengabdian dimanapun orang tersebut berada dan berperan dalam organisasi, tidak harus menunggu ketika seseorang mendapat jabatan tertentu.
Akhirnya, saya tetapkan HIMPUNAN MAHASISWA BIMA UIN MALIKI Malang
sebagai ladang pengabdian itu, membangun ukhwah islamiyah yang hakiki, berdasar
kepada nilai serta norma yang dijunjung tinggi dalam masyarakat pada umumnya,
terkhusus dou dana mbojo.

Komentar
Posting Komentar