Oleh: M. Fiqih Fardiansyah
Saya tinggal di sebuah
daerah bagian timur Indonesia, tepatnya di desa Samili, Kabupaten Bima,
Provinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah yang dengan cuaca terpanas nomor satu di
Indonesia, namun memiliki aset keberagaman kekayaan alam yang sangat melimpah,
wisata alam yang sangat indah, dan masyarakat yang ramah dan selalu memegang teguh semboyan “Maja Labo Dahu”.
Memang semboyan tersebut masih tertulis dan masih sering di ucapkan, namun
masih banyak masyarakat yang kurang memahami
mengenai semboyan tersebut dan banyak
yang hampir melupakan semboyan itu. Mengingat perjuangan para leluhur yang
menciptakan semboyan “Maja Labo Dahu” dengan penuh perjuangan, sangat sayang
sekali apabila tidak diteruskan dan dilupakan
begitu saja. Namun masih bisa dierbaiki dan masih bisa dijunjung kembali, tentu
saja saya sebagai salah satu milenial Bima ikut berpartisipasi untuk
berkontribusi membangun Bima ini menjadi daerah yang unggul dalam segala hal.
Akan jauh lebih baik jika
kita mengetahui generasi
milineal. Generasi milineal
adalah orang yang memiliki semangat besar dan melakukan segala hal namun belum
dapat mengendalikan emosinya. Jadi pemuda milenial itu orang yang selalu
melakukan perubahan akibat karena adanya rasa kepedulian terhadap sesuatu
sehingga mereka selalu dikatakan sebagai karakter yang memiliki semangat
bergejolak karena ingin mengetahui segala hal yang ada di hadapannya.
Peran
generasi milenial sangat penting, khususnya di bidang pembangunan
yaitu kurus proses yang mencakup seluruh sistem baik politik, pendidikan,
sosial, ekonomi, infrastruktur, teknologi, budaya dan masih banyak lagi. Pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat daerah dalam upaya mendukung implementasi undang-undang
desa perlu melibatkan masyarakat, salah satunya
para pemuda-pemudi. Dalam melakukan perubahan di suatu daerah itu merupakan
sebuah hak dari setiap warga negara. Hal
ini sangat berpengaruh sekali dan memiliki kemampuan
dalam meneruskan dan mengembangkan pembangunan yang masih belum sempat
dikembangkan orang-orang dahulu. Hal ini juga didukung dengan perkembangan
teknologi yang cenderung dikuasai
oleh
para milineal.
Tahun 2022 saya memiliki
mimpi dan rencana mengenalkan Bima
baik dari segi geografis, budaya dan wisatanya dengan memanfaatkan kecanggihan
teknologi yang ada. Karena selama ini, banyak sekali orang yang keliru dengan
ketak geografis Bima, dikatakan Provinsi NTT lah, ada di flores lah dan
bahasanya juga dibilang aneh.
Selain itu saya
juga mempunyai mimpi dan
rencana lain untuk Bima, harapan saya
seluruh milenial Bima berkolaborasi untuk memberikan edukasi
kepada seluruh masyarakat Bima, untuk mengetahui dan memahami Sex Education. Ini hal yang sangat penting,
mengingat kejadian di 2020 banyak sekali kasus kekerasan seksual yang dialami
oleh anak-anak di bawah umur yang menjadi korban
atas kejahatan para pedofilia yang terjadi di Bima. Edukasi ini sangat penting
untuk dijadikan tameng agar tidak terulang kembali kejahatan para pedofilia.
Selain sex Education,
para pemuda juga bisa berkolaborasi untuk memberikan edukasi bahasa Indonesia
dan bahasa Inggris yang baik tapi tidak menghilangkan bahasa lokal atau daerah
Bima. Dan massif melakukan penyuluhan tentang Narkoba dan obat-obatan terlarang.
Karena di era globalisasi ini banyak sekali orang-orang yang menyala gunakan
obat-obatan terlarang sehingga akan sebagian kecil merusak moral yang terjadi
di Bima, maka dibutuhkan sekali edukasi tentang obat-obatan terlarang ataupun
narkoba, memberikan edukasi keagamaan, edukasi mengenai akhlak dan perilaku
yang akan berdampak membangun image ramah dan sopan bagi Bima. Dan akan jauh
lebih baik juga jika kita memberikan sarana perpustakaan berjalan sehingga
tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan membaca dan tidak terlalu banyak
menghabiskan waktu dengan sebuk bermain gadget.
Pemuda selain menjadi agent
of change, mereka juga
harus memiliki peran sebagai agent of development atau agen pembangunan yang
menjadi penerus bangsa. Dan mengembangan
pembangunan dari berbagai sektor seperti memperkenalkan keindahan
alamnya: hutan, sawah, gunung,
bukit, lautan. Bima memiliki puluhan bahkan ratusan tempat wisata murni alam,
selain itu memiliki macam-macam kuliner mulai yang manis hingga yang pedas, madu,
bawang, susu, dan bahan pangan lainnya semua ada di Bima. Dari aspek pakaian,
ia memiliki kain tenun khas yang berkualitas dan tentunya mampu berkompetisi
untuk mengikuti acara fashion dunia yang berdampak baik bagi perekonomian Bima.
Bima juga memiliki masyarakat yang
exsotis dengan kecantikan kulit coklat serta rambut panjang yang terurai
mendefinisikan orang Bima dengan paras yang menawan.
Upaya
pengenalan itu kita bisa dengan cara mengexpose melalui
pembuatan konten mengenai Bima melalui Media soasial, YouTube dan Lain-lain. Karena hanya dari media
itu orang-orang di dunia mendapatkan informasi mengenai Bima. Yang membangun Bima adalah tugas kita sebagai
generasi milenial. Banyak hal yang bisa dilakukan
pemuda dalam meningkatkan pembangunan daerah salah satu langkah awalnya yaitu
menyadari bahwa sebagai seorang milenial tanggungjawab moral dalam meningkatkan
pembangunan daerah karena para leluhur terdahulu telah berjuang untuk kita
dengan melakukan hal terbaik walaupun kurang memiliki hasil yang baik, mungkin
karena masih ada sedikit halangan yang tidak berhasil mereka lalui, mungkin
sudah saatnya mereka memberikan amanah untuk melanjutkan dan demi tercapainya
daerah Bima yang tidak tertinggal sehingga di masa yang akan datang segalanya
akan berjalan dengan baik karena para milenial saat ini sangat berkompeten
dalam perkembangan pembangunan daerah Bima. Oleh karenanya, sebagai pemuda
harus menanamkan rasa cinta tahan kelahiran dalam diri masing-masing agar daerah
Bima ini dapat menjadi daerah maju seperti daerah-daerah yang maju di luar sana.

Komentar
Posting Komentar