Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

MILENIAL BIMA TIDAK DIAM SAJA

 


Oleh: M. Fiqih Fardiansyah 

Saya tinggal di sebuah daerah bagian timur Indonesia, tepatnya di desa Samili, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah yang dengan cuaca terpanas nomor satu di Indonesia, namun memiliki aset keberagaman kekayaan alam yang sangat melimpah, wisata alam yang sangat indah, dan masyarakat yang ramah dan selalu  memegang teguh semboyan “Maja Labo Dahu”. Memang semboyan tersebut masih tertulis dan masih sering di ucapkan, namun masih banyak masyarakat yang kurang memahami mengenai semboyan tersebut  dan banyak yang hampir melupakan semboyan itu. Mengingat perjuangan para leluhur yang menciptakan semboyan “Maja Labo Dahu” dengan penuh perjuangan, sangat sayang sekali apabila tidak diteruskan dan dilupakan begitu saja. Namun masih bisa dierbaiki dan masih bisa dijunjung kembali, tentu saja saya sebagai salah satu milenial Bima ikut berpartisipasi untuk berkontribusi membangun Bima ini menjadi daerah yang unggul dalam segala hal.

Akan jauh lebih baik jika kita mengetahui generasi milineal. Generasi milineal adalah orang yang memiliki semangat besar dan melakukan segala hal namun belum dapat mengendalikan emosinya. Jadi pemuda milenial itu orang yang selalu melakukan perubahan akibat karena adanya rasa kepedulian terhadap sesuatu sehingga mereka selalu dikatakan sebagai karakter yang memiliki semangat bergejolak karena ingin mengetahui segala hal yang ada di hadapannya.

Peran generasi milenial sangat penting, khususnya di bidang pembangunan yaitu kurus proses yang mencakup seluruh sistem baik politik, pendidikan, sosial, ekonomi, infrastruktur, teknologi, budaya dan masih banyak lagi. Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat daerah dalam upaya mendukung implementasi undang-undang desa perlu melibatkan masyarakat, salah satunya para pemuda-pemudi. Dalam melakukan perubahan di suatu daerah itu merupakan sebuah hak dari setiap warga negara. Hal ini sangat berpengaruh sekali dan memiliki kemampuan dalam meneruskan dan mengembangkan pembangunan yang masih belum sempat dikembangkan orang-orang dahulu. Hal ini juga didukung dengan perkembangan teknologi yang cenderung dikuasai oleh para milineal.

Tahun 2022 saya memiliki mimpi dan rencana mengenalkan Bima baik dari segi geografis, budaya dan wisatanya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada. Karena selama ini, banyak sekali orang yang keliru dengan ketak geografis Bima, dikatakan Provinsi NTT lah, ada di flores lah dan bahasanya juga dibilang aneh.

Selain itu saya juga mempunyai mimpi dan rencana lain untuk Bima, harapan saya seluruh milenial Bima berkolaborasi untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Bima, untuk mengetahui dan memahami Sex Education. Ini hal yang sangat penting, mengingat kejadian di 2020 banyak sekali kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak di bawah umur yang menjadi korban atas kejahatan para pedofilia yang terjadi di Bima. Edukasi ini sangat penting untuk dijadikan tameng agar tidak terulang kembali kejahatan para pedofilia.

Selain sex Education, para pemuda juga bisa berkolaborasi untuk memberikan edukasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang baik tapi tidak menghilangkan bahasa lokal atau daerah Bima. Dan massif melakukan penyuluhan tentang Narkoba dan obat-obatan terlarang. Karena di era globalisasi ini banyak sekali orang-orang yang menyala gunakan obat-obatan terlarang sehingga akan sebagian kecil merusak moral yang terjadi di Bima, maka dibutuhkan sekali edukasi tentang obat-obatan terlarang ataupun narkoba, memberikan edukasi keagamaan, edukasi mengenai akhlak dan perilaku yang akan berdampak membangun image ramah dan sopan bagi Bima. Dan akan jauh lebih baik juga jika kita memberikan sarana perpustakaan berjalan sehingga tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan membaca dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan sebuk bermain gadget.

Pemuda selain menjadi agent of change, mereka juga harus memiliki peran sebagai agent of development atau agen pembangunan yang menjadi penerus bangsa. Dan mengembangan pembangunan dari berbagai sektor seperti memperkenalkan keindahan alamnya: hutan, sawah, gunung, bukit, lautan. Bima memiliki puluhan bahkan ratusan tempat wisata murni alam, selain itu memiliki macam-macam kuliner mulai yang manis hingga yang pedas, madu, bawang, susu, dan bahan pangan lainnya semua ada di Bima. Dari aspek pakaian, ia memiliki kain tenun khas yang berkualitas dan tentunya mampu berkompetisi untuk mengikuti acara fashion dunia yang berdampak baik bagi perekonomian Bima. Bima juga memiliki masyarakat yang exsotis dengan kecantikan kulit coklat serta rambut panjang yang terurai mendefinisikan orang Bima dengan paras yang menawan.

Upaya pengenalan itu kita bisa dengan cara mengexpose melalui pembuatan konten mengenai Bima melalui Media soasial, YouTube dan Lain-lain. Karena hanya dari media itu orang-orang di dunia mendapatkan informasi mengenai Bima. Yang membangun Bima adalah tugas kita sebagai generasi milenial. Banyak hal yang bisa dilakukan pemuda dalam meningkatkan pembangunan daerah salah satu langkah awalnya yaitu menyadari bahwa sebagai seorang milenial tanggungjawab moral dalam meningkatkan pembangunan daerah karena para leluhur terdahulu telah berjuang untuk kita dengan melakukan hal terbaik walaupun kurang memiliki hasil yang baik, mungkin karena masih ada sedikit halangan yang tidak berhasil mereka lalui, mungkin sudah saatnya mereka memberikan amanah untuk melanjutkan dan demi tercapainya daerah Bima yang tidak tertinggal sehingga di masa yang akan datang segalanya akan berjalan dengan baik karena para milenial saat ini sangat berkompeten dalam perkembangan pembangunan daerah Bima. Oleh karenanya, sebagai pemuda harus menanamkan rasa cinta tahan kelahiran dalam diri masing-masing agar daerah Bima ini dapat menjadi daerah maju seperti daerah-daerah yang maju di luar sana.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...