INTISARI DISKUSI INTERNAL ONLINE DENGAN TEMA “KULIAH ONLINE: MAHASISWA BISA JADI APA?” PADA TGL 28 FEBRUARI 2021
Pemateri: Iftinan Rose Putri Safana
Moderator: Nurul Yakin
Cara mengatasi
keinsecuran atau kepesimisan
Intinya jangan
membedakan diri kita dengan orang lain, pada dasarnya manusia diciptakan untuk
saling melengkapi satu sama lain, yang
namanya manusia pasti sudah ada porsinya masing-masing ada kelebihan maupun
kekurangan, Lantas apa yang membuat diri kita menjadi tidak bersyukur? Semuanya
akan kembali kepada-Nya, yang parasnya cantik/glowing belum tentu hatinya
ikutan glowing begitu juga sebaliknya yang memiliki hati yang baik ataupun
akhlak yang baik belum tentu memiliki paras yang cantik, tetapi keinsecuran ada
baiknya juga seperti kita insecure kepada teman kita yang sudah sukses, nah
dari situ kita berfikir “dia aja bisa sukses kenapa kita enggak” itu salah satu
mindset kita biar bisa lebih maju dan dari perspektif diri kita sendiri adalah mengubah
definisi kegagalan karena sesungguhnya kegagalan adalah anak tangga kita
untuk mencapai kesuksesan, semakin banyak kita gagal semakin banyak peluang
kita untuk sukses. Dorongan internal juga sangat penting sehebat apapun
orang memberikan motivasi kalau diri kita sendiri memang tidak niat ingin
menjadi lebih baik ya sama aja zonk, tetapi kalo kita benar-benar niat ingin
menjadi lebih baik pasti kita tidak menunggu dorongan dari siapapun, melakukan
segala sesuatu dengan semangat, lebih produktif. Jangan lupa bahwa usaha itu dibarengi
dengan do’a.
Cara mencegah overthinking
Overthinking biasanya
timbul karena kita memikirkan yang sebenarnya gausah dipikirin sih. Cara
mengatasinya antara lain: (1) kita bisa lebih fokus kepada diri sendiri, (2) tetap
berusaha meskipun kita mengalami kegagalan, terpenting kita sudah berusaha soal
hasil itu diluar kontrol, (3) sudah dijelaskan sebelumnya juga gausah dipikirin
kalo memang benar-benar gak penting ataupun gak ada manfaatnya buat kita.
Yang harus dilakukan orang tua untuk mengisi kekosongan
atau mendidik anak-anaknya yang masih dibawah umur.
·
Menerapkan sikap disiplin kepada anak-anaknya
·
Mencegah putra atau putrinya bermain dalam
waktu yang lama atau kemoloran waktu
·
Tegas dalam diri sendiri
·
Memotivasi anak-anaknya, dll.
Mendidik
anak-anak yang dibawah umur itu benar-benar membutuhkan orang tuanya, dorongan
dari keluarganya, motivasi dari orang-orang terdekat sebab anak-anak diusia seperti
itu belom menemukan jati diri mereka sendiri terkhususnya anak-anak pada
jenjang sekolah dasar. Mengurus anak diusia yang seperti itu beda dengan
mengurus mahasiswa pada umumnya yang sudah bisa merencanakan ataupun menentukan
impiannya, masa depanya, apa yang seharusnya mereka lakukan.

Komentar
Posting Komentar