SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...
Ahad,
7 April 2019, bidang kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Bima melaksanakan salah
satu program kerjanya yaitu dengan mengadakan talk show yang bertema “Virus
Entrepreneur untuk Kaum Milenial”.
Seorang
entrepreneur yaitu seseorang yang terjun dalam dunia bisnis dan dapat
memanfaatkan peluang yang ada dalam bisnis dan usaha yang dilakukannya
dengan menciptakan produk-produk baru atau
dengan memberikan inovasi pada produk-produk yang sudah ada agar berbeda dengan
pesaing lainnya.
Menjadi
entrepreneur muda merupakan suatu impian bagi banyak orang. Namun untuk
menjadi seorang entrepreneur bukan suatu hal yang mudah, diperlukan
usaha dan kerja keras dalam mengelola, memanfaatkan dan menciptakan inovasi sebagai
penyokong utama untuk mencapai hal tersebut.
Memasuki
acara talk show yang dimoderatori oleh saudara Ridwan dan Eman Suherman
S.Si sebagai pemateri dalam acara tersebut. Dalam pemaparannya, pemateri mengutarakan
bahwa 9 dari 10 pintu
untuk mendapatkan rezeki adalah dengan menjadi entrepreneur.
Hal
ini membuktikan bahwa menjadi entrepreneur merupakan salah satu jalan
untuk kita menjemput rezeki dari Allah mengingat Rasulullah SAW sebagai panutan
orang Islam, beliau merupakan seorang entrepreneur/pedagang hebat hingga
saat ini.
“Jika ingin berdagang maka janganlah takut akan mendapatkan kerugian
akan tapi takutlah jika engkau tak pernah berdagang dan sebagai seorang
muslim kita harus bermental kaya”.
Mental
kaya yang dimaksud adalah dengan
membiasakan untuk banyak memberi daripada meminta.
“Untuk menjadi seorang entrepreneur maka kita harus membuang rasa takut,
jangan banyak berangan-angan tanpa melakukan tindakan, banyak bersyukur,
mempunyai partner, dan dalam menjalankan usaha harus memiliki ciri khas dan
melakukan inovasi terhadap usaha yang digeluti”. Pungkas beliau.
Seorang entrepreneur,
bukan lah orang yang memilih usaha disemua bidang, namun memilih bidang usaha
yang cocok dengan kemampuan dan minat yang dimiliki, lalu mempelajari,
mengamati dari dekat, mengumpulkan informasi yang dibutuhkan, lalu bergerak
dengan pengetahuannya itu untuk membangun usaha. Mengutip dari Mark Manson
dalam bukunya yang berjudul The
Subtle Art of not Giving a Fuck ialah bahwa yang terpenting bagaimana kita
tergerak untuk mulai melakukan sesuatu, aksi. Jangan menunggu waktu untuk
bertindak, lakukan saja dulu, hasilnya akan datang sendirinya. Bila kamu hanya
menunggu, sesuatu apa pun tak akan mencul dengan sendirinya.
Setelah
pemaparan materi maka diberikan kesempatan kepada para audiens untuk
bertanya. Sesi tanya jawab tersebut berlangsung dengan antusias. Acara
berakhir pada pukul 13:30 WIB dan ditutup oleh moderator. Kemudian dilanjutkan
dengan pemberian cindera mata kepada pemateri dan pemberian penghargaan kepada
para peserta yang telah bertanya saat acara berlangsung lalu foto bersama. (Liputan
HMB)



selain berita HMB. bolehlah wadah HMB.BLOGSPOT ini jadi wadah untuk pikiran dalam bentuk tulisan kader-kader HMB
BalasHapusIyota aba, ini blognya memang membuka bagi siapapun kader HMB yang igin mengirim karyanya entah opini, artikel, dsb. Nanti karyanya bisa dikirim langsung ke bidang jurnalistik biar mada doho yang post di blog ini:)) terimakasi ta aba
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus