Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

RAHASIA DIBALIK PEMILU 2019: Diskusi Publik




Pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden akan diadakan serentak dua hari dari sekarang. Hari Rabu, 17 April mendatang adalah babak penentu, siapakah sosok yang akan memimpin negara ini lima tahun kedepan. Sosok yang diharapkan mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Para Warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih akan memilih pilihannya masing-masing. Pilihan yang diharapkan telah dipertimbangkan bukan hanya karena ikut-ikutan semata, namun pilihan yang lahir dari hasil pertimbangan dan perhitungan yang tepat, baik itu melalui adu gagasan, rencana program, maupun kreativitas dari masing-masing paslon.

Mengangkat tema "Rahasia Dibalik Pemilu 2019", bidang Pendidikan dan Penalaran (DIKNAL) Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) menggelar Diskusi Publik yang  bertempat di Gedung C201, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sabtu, 13 April 2019.





Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber antara lain Imamuddin, selaku pengamat kebijakan politik, Eman Suherman selaku pengamat janji politik, Amiruddin, ketua umum IKMPD selaku Aktivis Hukum, Aris Munandar ketua umum FKMPD, narasumber dalam bidang pengaruh memanasnya politik SARA,  Esha Wahadaniyah N., Ketua KOHATI Malang Raya selaku narasumber dalam bidang Gender, dan Muhammad Ainul B. ketua umum KKPMB, selaku narasumber yang menjelaskan tentang pergerakan aktivis.

Kegiatan dimulai pada pukul 16.15 dan dibuka oleh moderator sebagai pemimpin jalannya diskusi yaitu saudara Mirham Imamsyah.

Narasumber pertama, saudara Imamuddin mengutarakan bahwa keadaan nasib pemilihan ini dapat dilihat dari pemilih. Jika pemilih tidak bisa menentukan calon yang sesuai, maka calon yang dipilih tidak akan sesuai dengan apa yang pemilih inginkan. Maka penting untuk mengetahui calon seperti apa yang ingin dipilih.

Selanjutnya narasumber kedua sebagai pengamat janji politik menyampaikan bahwa yang terpenting adalah bukan usia dari pasangan calon, melainkan bagaimana kedewasaan pasangan calon dalam menyikapi permasalahan dan kedewasaan dalam menepati janji yang telah dicanangkan. Pada intinya ini bukan hanya tentang gaya, tapi tentang ilmu dan ketepatannya.

Ketua umum IKMPD saudara Amiruddin sebagai narasumber yang bergerak dibidang aktivis HAM memaparkan hal-hal terkait definisi politik secara etimologi. Bagaimana politik memiliki kaitan yang erat dengan suatu peran sosial yang dalam hal ini berbicara kepentingan, kekuasaaan, dan sebagainya. Politik dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan kebijakan-kebijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pemilu seharusnya memberikan mekanisme transformasi kekuasaan secara damai, dan seharusnya penyelenggara pemilu memberikan infomasi atau pendidikan politik kepada para pemilih, terutama kepada pemilih pemula. Politik ada untuk mensejahterakan,” tutur beliau.

Ketua Umum FKMPD saudara Aris Munandar yang mamaparkan hal-hal terkait dampak memanasnya politik atas perbedaan suku, ras, dan agama.

Pemaparan selanjutnya datang dari saudari Esha Wahdaniah, selaku ketua umum KOHATI Malang, pemateri yang bergerak dibidang isu gender. Pemateri memaparkan bahwa representasi perempuan di bidang politik masih jauh dari apa yang diharapkan. Hal ini justru datang dari kaum perempuan sendiri yang enggan untuk bergabung dalam ranah politik.

Kehadiran perempuan di ranah politik yang dapat dibuktikan dengan keterwakilan perempuan di parlemen menjadi syarat mutlak bagi terciptanya pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan perempuan.  Perempuan juga memiliki potensi, kualitas, dan mampu memberikan perubahan positif dalam pemerintahan, tidak hanya untuk berdiam di rumah.

“Sebaiknya kita merubah perspektif tentang perempuan yang tidak hanya sebagai pelengkap dan pemanis, namun turut andil dalam meningkatkan kualitas politik dan pemerintahan,” tutur pemateri.

Pemaparan terakhir dari saudara Muhammad Ainul B. Pemateri mengutarakan hal-hal yang berkaitan dengan idealisme seorang mahasiswa. Bagaimana pergerakan aktivis dalam mengawal dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.



Diskusi berlangsung interaktif, para narasumber menyampaikan aspirasinya dari berbagai sudut pandang berdasarkan keahliannya masing-masing diselingi pertanyaan yang dilemparkan oleh moderator. Selanjutnya penampilan pembacaan puisi oleh perwakilan Mahasiswa Pinggiran. Acara diakhiri pukul 20.23 WIB dan diakhiri oleh sesi foto bersama.

Apapun pilihannya nanti, kita semua berharap bahwa pemilihan presiden Rabu mendatang dapat berjalan dengan baik sesuai dengan asas-asas demokrasi yang ada di negara kita ini. Indonesia ini negara demokrasi, dimana segala kebijakan berada ditangan rakyat. Rakyat yang menentukan kebijakan seperti apa yang akan dijalankan, terutama dalam hal memilih pemimpin. Hal ini bisa menyebabkan boomerang jika rakyat (pembuat kebijakan) membuat kebijakan yang tidak karuan karena literasi rendah dan sebagainya. Oleh karena itu literasi dan pendidikan yang benar sangat penting untuk negara penganut demokrasi seperti Indonesia.

Kita sebagai mahasiswa mempunyai tugas dan tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa proses pesta demokrasi kita ini benar-benar menjadi pesta untuk kita semua bukan hanya menjadi pesta untuk elit politik dan golongan tertentu saja. Seperti kutipan yang disampaikan oleh perwakilan dari Mahasiswa Pinggiran.

Akhirnya, menjadi harapan kita semua tentunya bahwa nantinya dalam proses demokrasi yang akan berlangsung nanti akan lahir pemimpin bangsa yang mau bekerja untuk rakyat dan benar-benar paham akan persoalan bangsa ini serta akan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. (Liputan HMB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...