SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...
Keterampilan
berbahasa memiliki 4 aspek, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan
menulis. Keempat aspek tersebut harus dikembangkan secara bertahap. Salah satu aspek yang terakhir ialah menulis. Menurut
wikipedia, menulis merupakan suatu
kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan
menggunakan aksara. Menulis biasa dilakukan pada media kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil.
Menulis merupakan suatu keterampilan yang sebaiknya dimiliki pada zaman sekarang, terutama kita sebagai mahasiswa yang merupakan kelompok intelektual. Namun seiring dengan pekembangan zaman yang kian maju, budaya menulis kian luntur. Padahal dengan menulis, kemampuan berpikir dan berbahasa akan dilatih. Entah itu dengan berpengetahuan luas, menguasai topik-topik yang akan ditulis, menguasai kaidah-kaidah bahasa, dan mengetahui prinsip-prinsip berpikir.
Inspirasi menulispun bisa datang dari mana saja. Banyak dari orang-orang yang memiliki masalahnya tersendiri, mempunyai pandangan tersendiri terhadap suatu keadaan dan menjadikannya suatu masalah. Beberapa melampiaskannya melalui tulisan dan juga ada yang diam saja terhadap permasalahan yang didapatnya. Yang lebih baik tentunya dengan menorehkan dalam bentuk tulisan.
Menyadari pentingnya menulis, maka bidang Jurnalistik menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kejurnalistikan HMB Menulis dengan tema Pembangunan Berkelanjutan. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemauan menulis dari masyarakat Himpunan Mahasiswa Bima (HMB).
Bertempat di balkon gedung B lantai 3, kegiatan ini digelar pada Sabtu, 27 April 2019. Adapun pemateri dari kegiatan ini yaitu saudara Imamuddin. Acara dimulai pukul 11.00 dan dibuka oleh Fasky selaku moderator.
Kegiatan ini terfokus pada praktek dalam menulis (khususnya dalam menulis opini) sehingga konsep dari kegiatan acara ini yaitu penyampaian pengantar atau stimulus oleh pemateri terkait kepenulisan.
Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan sejarah singkat terkait kejurnalistikan dan teknik-teknik dasar dalam menulis. Setelah itu peserta diberi waktu untuk menuliskan suatu opini tentang tema terkait. Kemudian penyampaian hasil dari apa yang telah ditulis oleh peserta disertai dengan feedback oleh pemateri terkait kepenulisan.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan minat dalam menulis ini diharapkan benar-benar dapat meningkatkan minat dalam menulis dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dialami dalam menulis.
“Setiap orang memiliki keterampilan dalam menulis, namun keterampilan ini akan berkembang jika diasah terus-menerus dan tidak akan berkembang jika tidak diasah. Ketika teman-teman ingin menulis, maka menulislah. Mengutip Pramoedya, kalau kamu ingin mengenal dunia maka membaca, kalau kamu ingin dikenal dunia maka menulislah, kata-kata yang memiliki makna yang sangat dalam. Orang-orang besar dikenal pada zamannya karena menulis, contohnya ialah Aristoteles, Buya Hamka, dan sebagainya.” pungkas pemateri.
Marilah kita berkarya. Dengan berkaya, akan memperkaya diri kita, baik secara intelektual, sosial, agama, dan aspek-aspek lain. Adapun kesimpulan dari hasil tulisan-tulisan tersebut ialah bahwa dari satu tema yaitu tentang Pembangunan Berkelanjutan dapat dikembangkan ke dalam berbagai opini yang dapat dilihat dari sudut pandang oleh masing-masing peserta, entah itu dari aspek ekonomi, pendidikan, serta lingkungan. Kegiatan ini diakhiri pada pukul 12.31 WIB dengan pembacaan do’a oleh moderator. (Liputan HMB)
Menulis merupakan suatu keterampilan yang sebaiknya dimiliki pada zaman sekarang, terutama kita sebagai mahasiswa yang merupakan kelompok intelektual. Namun seiring dengan pekembangan zaman yang kian maju, budaya menulis kian luntur. Padahal dengan menulis, kemampuan berpikir dan berbahasa akan dilatih. Entah itu dengan berpengetahuan luas, menguasai topik-topik yang akan ditulis, menguasai kaidah-kaidah bahasa, dan mengetahui prinsip-prinsip berpikir.
Inspirasi menulispun bisa datang dari mana saja. Banyak dari orang-orang yang memiliki masalahnya tersendiri, mempunyai pandangan tersendiri terhadap suatu keadaan dan menjadikannya suatu masalah. Beberapa melampiaskannya melalui tulisan dan juga ada yang diam saja terhadap permasalahan yang didapatnya. Yang lebih baik tentunya dengan menorehkan dalam bentuk tulisan.
Menyadari pentingnya menulis, maka bidang Jurnalistik menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kejurnalistikan HMB Menulis dengan tema Pembangunan Berkelanjutan. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemauan menulis dari masyarakat Himpunan Mahasiswa Bima (HMB).
Bertempat di balkon gedung B lantai 3, kegiatan ini digelar pada Sabtu, 27 April 2019. Adapun pemateri dari kegiatan ini yaitu saudara Imamuddin. Acara dimulai pukul 11.00 dan dibuka oleh Fasky selaku moderator.
Kegiatan ini terfokus pada praktek dalam menulis (khususnya dalam menulis opini) sehingga konsep dari kegiatan acara ini yaitu penyampaian pengantar atau stimulus oleh pemateri terkait kepenulisan.
Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan sejarah singkat terkait kejurnalistikan dan teknik-teknik dasar dalam menulis. Setelah itu peserta diberi waktu untuk menuliskan suatu opini tentang tema terkait. Kemudian penyampaian hasil dari apa yang telah ditulis oleh peserta disertai dengan feedback oleh pemateri terkait kepenulisan.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan minat dalam menulis ini diharapkan benar-benar dapat meningkatkan minat dalam menulis dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dialami dalam menulis.
“Setiap orang memiliki keterampilan dalam menulis, namun keterampilan ini akan berkembang jika diasah terus-menerus dan tidak akan berkembang jika tidak diasah. Ketika teman-teman ingin menulis, maka menulislah. Mengutip Pramoedya, kalau kamu ingin mengenal dunia maka membaca, kalau kamu ingin dikenal dunia maka menulislah, kata-kata yang memiliki makna yang sangat dalam. Orang-orang besar dikenal pada zamannya karena menulis, contohnya ialah Aristoteles, Buya Hamka, dan sebagainya.” pungkas pemateri.
Marilah kita berkarya. Dengan berkaya, akan memperkaya diri kita, baik secara intelektual, sosial, agama, dan aspek-aspek lain. Adapun kesimpulan dari hasil tulisan-tulisan tersebut ialah bahwa dari satu tema yaitu tentang Pembangunan Berkelanjutan dapat dikembangkan ke dalam berbagai opini yang dapat dilihat dari sudut pandang oleh masing-masing peserta, entah itu dari aspek ekonomi, pendidikan, serta lingkungan. Kegiatan ini diakhiri pada pukul 12.31 WIB dengan pembacaan do’a oleh moderator. (Liputan HMB)




Komentar
Posting Komentar