Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

Dimanakah Identitas Diri dan Identitas Sosial Kita? (Diskusi Internal DIKNAL)

Manusia adalah mahkluk yang bertanya akan dirinya. Mahkluk yang harus mencari identitas dirinya. Mahkluk dengan kesadaran di manakah seharusnya dia berada. Keadaan tersebut tidak terjadi pada mahkluk-mahkluk lainnya, hewan, tumbuhan, dan lingkungan sekitarnya.

Manusia adalah makhluk yang berpikir. Karena itu, yang menyadari keberadaan sesuatu yang lain dan yang menyadari sesuatu yang lain itu ada adalah manusia, bukan yang lain tersebut. Karena manusia adalah makhluk yang berpikir, manusia akan kerap berpikir dan mempertanyakan identitasnya, aku siapa?  lalu pastilah juga “aku” tadi mempertanyakan “orang lain” di luar “aku”, mempertanyakan “dari mana aku berasal?”, dan hal-hal serupa lain yang terkait identitas.

Menurut KBBI, identitas merupakan ciri-ciri atau keadaan seseorang; jati diri. Identitas diri seseorang juga dapat dipahami sebagai keseluruhan ciri-ciri fisik, disposisi yang dianut dan diyakininya serta daya-daya kemampuan yang dimilikinya. Kesemua itulah yang membedakan orang tersebut dari orang lain. Manusia adalah makhluk sosial, maka akan ada kecendrungan untuk berkelompok, karenanya, ada juga yang disebut dengan identitas sosial. Sebuah definisi tentang karakteristik kelompok bisa disebut identitas sosial.

Identitas diri dan identitas sosial memiliki peran yang sangat penting dalam hidup dan berorganisasi, identitas dapat memudahkan kita untuk membedakan seseorang yang satu dengan seseorang yang lain, membedakan organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Begitu halnya dengan Himpunan Mahasiswa Bima. Identitas HMB sebagai organisasi daerah yang terdiri dari mahasiswa asal Bima Dompu. Bagi suatu organisasi, identitas adalah hal yang menjelaskan siapa mereka. Hal apa yang mereka kerjakan, bagaimana mereka bekerja, dan lain sebagainya.

Karena perlu adanya pengenalan lebih dalam tentang identitas personal dan identitas sosial kita, Identitas Diri dan Identitas Sosial merupakan tema yang diadopsi dalam diskusi internal program kerja bidang Pendidikan dan Penalaran (DIKNAL). Kegiatan diskusi perdana tersebut diadakan pada hari Sabtu,23 Februari 2019 lalu yang bertempat di gedung B lantai 3 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Diskusi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan saudara Rizki—sekretaris bidang DIKNAL—selaku pemateri diskusi.

Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan secara rinci tentang teori kebutuhan (humanistik psikologi), konsep diri, harga diri yang berasal dari real self dan ideal self, serta kepercayaan diri. begitupun kaitannya dalam membangun identitas sosial, kenapa individu perlu untuk bergabung bersama kelompok.

“Beberapa hal yang menyebabkan individu bergabung  ke dalam kelompok antara lain karena kelemahan, dan aktualisasi diri, individu bergabung dalam suatu organisasi/komunitas karena Ia merasa kurang dalam hal itu,” tutur pemateri.
Diskusi yang dimoderatori oleh Ardiansyah tersebut berlangsung lancar, pemateri menyampaikan materi dengan diselingi lemparan pertanyaan kepada audiens. Selanjutnya agenda tanya jawab yang diwarnai adu argumen dan gagasan. Diskusi berlangsung lancar hingga selesai pada pukul 12.45 WIB. (Liputan HMB)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...