SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...
Buku yang
ditulis oleh penulis merupakan hasil karya yang sangat berharga, ada kalanya
sebuah buku itu ditulis karena ingin memberi informasi kepada pembaca tentang
apa yang ada di dalam pikiran seorang penulis ataupun sekedar menyebarluaskan
hasil pikirannya kepada khalayak umum. Menulis bukan sekedar tulis, tulis, dan
tulis, dikatakan tulisan itu bagus dikarenakan banyaknya seorang penulis membaca
buku (salah satu sebabnya) dan model tulisan seorang penulis pun akan nampak
sama dengan buku yang pernah dia baca.
Sabtu (9/03) lalu bidang Diknal Himpunan
Mahasiswa Bima mengadakan acara Bedah Buku dengan penulis buku dari kalangan HMB sendiri yaitu saudara
Jumadil, ketua umum HMB UIN Malang periode 2017 dengan bukunya
yang berjudul JAMILAH serta dimoderatori oleh saudari Fitri Jayadiningrat.
Kegiatan dimulai pukul 10.23 WIB yang dibuka
langsung oleh moderator. Bertempat di belakang rektorat UIN Malang dan dihadiri
masyarakat HMB.
JAMILAH merupakan
buku antalogi puisi dengan mayoritas bertemakan
tentang cinta. Buku ini bertemakan cinta karena penulis sendiri sering membaca karya puisi tentang cinta cinta, karena buku seorang penulis merupakan gambaran dari
apa yang penulis konsumsi sebelumnya.
Kegiatan bedah buku ini tidak hanya berlangsung satu arah, namun terjadi interaksi antara penulis dan partisipan dimana partisipan dapat menanyakan atau bahkan mengkritisi terkait buku tersebut.
Salah satu pertanyaan yang menurut
pemateri sangatlah kagum yaitu pertanyaan terkait judul buku, “siapakah seorang
yang bernama JAMILAH ini”, pemateripun menjawab dengan antusias “Jamilah
diibaratkan sebagai perempuan cantik yang ada dalam imajinasi saya, jamilah
bukan lah seorang mahasiswi UIN, melainkan wanita yang berada dalam hati saya”
“Dalam artian lain JAMILAH merupakan
singkatan dari jalan menuju Allah, memiliki makna tentang kerinduan saya dengan sang pencipta”
jelas penulis.
Setelah diadakan acara bedah buku
ini diharapkan kepada para peserta yang hadir mengerti tentang apa yang
dimaksud dengan buku yang berjudul JAMILAH ini, mengetahui latar
belakang kenapa ditulis buku ini langsung dari penulisnya. Dan pastinya semoga
menambah ilmu dan wawasan bagi para peserta yang hadir.

Jamilahhh😍
BalasHapus