Yadi darmawan
Setiap
pertemuan memiliki kesan yang berbeda-beda, dan ini kali ke dua saya bertemu
dengan orang-orang di himpunanku (HMB). Kali ini kami bertemu di tempat yang
sangat indah dengan lenskep lautan lepas. Yang membuat pertemuan semakin asik dan semakin
seru karna di hadiahkan oleh keindahan alam yang di bentangkan tuhan.
Tepat pada
tanggal 19 Juni, di situlah awal mula cerita tentang pertemuan
yang membuat rindu terobati, tentang perjuangan
mempersatukan orang-orang di plosok, dan tentang perjuangan mendapatkan
ijin dari orang tua, supaya bisa bersua kembali dengan orang-orang di himpunan
(HMB), karena sudah lama di pisahkan oleh jarak. Kini kawan-kawan
telah datang berkumpul di satu rumah yang direncanakan, walau tidak semuanya
datang karena suatu kesibukan atau mungkin menjadi tahanan orang tua.
Kini kami
berangkan dari rumah tempat kami bersatu
tadi dan menelusuri jalan kota yang penuh kemacetan dan berubah menjadi jalan
yang sepi layaknya hati, hehehe. Jalan yang tadinya ramai kini hanya kami yang
menelusuri jalan itu sambil menikmati alam yang telah di bentangkan tuhan. Tibanya kita di rumah kawan kami yang
bernama fika anak HMB, yang kebetulan dekat dengan pantai yang kita tuju
kami pun menyempatkan waktu untuk beristirahat dan tentu saja mengisi perut
karna makanan sudah di siapkan hehehe.
Selepas kami
istirahat di rumah fika kami bergegas untuk menulusuri jalan lagi, jalan yang
tadinya kami lewati beraspal kini menjadi jalan yang bebatuan dan membuat badan
menari di atas motor seoalah mendengar lagu dangdut. Setibanya kami di pantai
yang di tuju yaitu pantai oi fanda yang terletak di di kecamatan ambalawi, saya
mulai terkesan dengan keindahan laut dan tentu saja kehangatan bersama
himpunanku di pinggir pantai.
Karna kami
merencanakan berkemah, kamipun mendirikan tiga tenda dan satu bifak yang terbuat
dari flaysit untuk melindungi dari dinginya malam, dan di situ kekompakan pun
terjadi bahkan seniorpun turut ikut membantu untuk mendirikan tenda. sehabis
kami mendirikan tenda kamipun bergegas untuk memasak makan malam, Yang memasak
disini adalah saya sendiri dan di bantu oleh kawan-kawan yang lainnya. Dengan
bentangan matras dan di atasnya kertas nasi kami makan dan membuat diri ini
nostalgia dengan pertemuan pertama dengan kawan-kawan di himpunan dengan
makanan di atas kertas nasi dan duduk berbaris layaknya orang tak mau
terpisahkan heheh.
Selepas kami makan malam,
kamipun mulai bercerita dengan para senior, canda tawa dengan kawan-kawan
himpunan dan memainkan permainan sambung kata, yang membuat malam semakin
berbeda. Dengan hangatanya kopi dan suara ombak yang berisik dan suara-suara
musik pengunjung lain yang menganggu telinga semua bercampur dalam waktu satu
malam dan itu semua terasa indah dan di temanin oleh pancaran sinar
rembulan dan bintang-bintang yang berkelip di atas langit.
Wah keindahan malam itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. dan diwaktu pagi tiba dengan lenskep lautan lepas dan
pasir putih dan percikan sunrise membuat suasana pagi terasa indah. Dan kamipun
menyiapan sarapan pagi sebelum pulang meninggalkan tempat itu dan berpisah
dengan orang-orang di himpunan, makanan pagi yang sangat mewah dengan menu sop
ayam membuat diri ini semakin ndak mau berpisah lagi. Tapi apalah daya takdir
memisahkan kami tapi saya selalu percaya bahwa perpisahan punya janji pasti
akan bertemu kembali selama itu bukan perpisahan abadi.
HMB melaporkan dari oi fanda beach
Bidang Infokom HMB

Komentar
Posting Komentar