Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

(Baca selsai) Kesaksian HMB dalam Demokratisasi Indonesia


Kesaksian HMB dalam Demokratisasi Indonesia
By Liputan HMB



Dinamika politik sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw,  merupakan Sumber politik dengan penerapan yang kaffah. Hal itu menjadi pijakan bagi umat setelahnya didalam melangkah. Namun dewasa ini, kita seringkali mendengar bahwa sebagian golongan menganggap politik  adalah suatu hal yang kotor. Menjadi momok yang menakutkan, khususnya masyarakat islam. Tentu kerangka pemikiran tersebut jauh dari hakekat politik yang sebenarnya. Berangkat dari pandangan tersebut,menunjukkan bahwa masyarakat islam pada umumnya yang berpandangan demikian tidak paham apa itu politik atau memang sengaja menutup diri hal yang dimaksud.

Sebagai umat muslim sebaiknya tidak membenci agenda politik. Karena agenda politik dapat kita gunakan untuk menjaga agama dan menegakkan tujuan-tujuan dunia. Dalam bahasa Imam Mawardi yaitu menjaga agama dan mensiasati kehidupan dunia ini. Siasati yang dimaksud adalah strategi, strategi untuk mencapai kekuasaan.

Kita hidup    di Indonesia menganut asas demokrasi dan untuk mencapai suatu tujuan harus melalui agenda politik. Agenda politik yang kita kenal dengan istilah demokrasi. Dalam teori, demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dengan kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan dijalankan langsung oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih di bawah sistem pemilihan bebas. Selain itu, demokrasi juga menyerukan kebebasan manusia secara menyeluruh dalam hal kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan kepemilikan, dan kebebasan bertingkah laku. Inilah fakta demokrasi yang saat ini dianut dan digunakan oleh hampir semua negara yang ada di dunia. Tentu saja dalam implementasinya akan mengalami variasi-variasi tertentu yang dilatar belakangi oleh kebiasaan, adat istiadat serta agama yang dominan di suatu negara. Namun demikian variasi yang ada hanyalah terjadi pada bagian cabang bukan pada prinsip tersebut.

Sebagian kalangan menyatakan bahwa Demokrasi itu sesungguhnya berasal dari Islam, yakni sama dengan syuro (musyawarah), amar ma’ruf nahyi munkar dan mengoreksi penguasaHal ini tidaklah tepat karena syuro, amar ma’ruf nahyi munkar dan mengoreksi penguasa merupakan hukum syara’ yang telah Allah swt tetapkan cara dan standarnya, yang jauh berbeda dengan demokrasi.Demokrasi memutuskan segala sesuatunya berdasarkan suara terbanyak (mayoritas).

Yusuf al-Qardhawi
Mengatakan substansi demokrasi sejalan dengan Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal diantaranya :

Dalam demokrasi proses pemilihannya melibatkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin dan mengurus keadaan mereka. Tentu mereka tidak akan memilih orang yang tidak disukai. Demikian juga dengan islam. Islam menolak seseorang menjadi imam shalat yang tidak disukai oleh makmum dibelakangnya.
Usaha setiap rakyat untuk meluruskan penguasa dengan ajaran islam. Bahkan amar ma’ruf nahi mungkar serta memberikan nasehat kepada pemimpin adalah bagian dari ajaran islam.

Pemilihan umum termasuk jenis pemberian saksi, karna itu barang siapa yang tidak menggunakan hak pilihnya sehingga kandidat yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenarnya tidak layak, berarti kita telah menyalahi perintah Allah untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan.

Salim Alial Bahnasawi
Menurut beliau, demokrasi mengandung isi yang baik yang tidak bertentangan dengan islam dan memuat isi negatif yang bertentangan dengan islam. Sisi baik demokrasi adalah adanya kedaulatan rakyat selama tidak bertentangan dengan islam. Sementara itu, sisi buruknya adalah penggunaan hak legislatif secara bebas yang bisa mengarah pada sikap menghalalkan segala acara.

Alam perspektif Islam, pemerintah adalah orang atau institusi yang diberi wewenang dan kepercayaan oleh rakyat melalui pemilihan yang jujur dan adil untuk melaksanakan dan menegakkan peraturan dan undang-undang yang telah dibuat. Oleh sebab itu pemerintah memiliki tanggung jawab besar dihadapan rakyat demikian juga kepada Tuhan. Dengan begitu pemerintah  harus amanah, memiliki sikap dan perilaku yang dapat dipercaya, jujur dan adil.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa konsep demokrasi tidak sepenuhnya bertentangan dan tidak sepenuhnya sejalan dengan islam. Prinsip konsep demokrasi yang sejalan dengan islam adalah keikutsertaaan rakyat dalam mengontrol, mengangkat, dan menurunkan pemerintah, serta dalam menentukan sejumlah  kebijakan lewat wakilnya. Adapun yang tidak sesuai adalah ketika suara rakyat diberikan kebebasan secara mutlak sehingga bisa mengarah kepada sikap, tindakan, dan kebijakan yang keluar dari ketetapan hukum Allah.
Akhir-akhir ini kita sering dipedengarkan dengan perdebatan bahwa di Indonesia akan diberlakukan syariah islam secara keseluruhan. Akan tetapi, kata sebagian ulama, dasar negara kita adalah pancasila, hal itulah yang harus digarisbawahi. Kita adalah warga negara Indonesia yang muslim, bukan muslim yang berkewarganegaraan Indonesia. Dari dua pernyataan itu terdapat perbedaan makna yang signifikan.
"Makna Demokrasi dalam pandangan generasi Islam"adalah tema yang diangkat dalam diskusi internal program kerja bidang pendidikan dan penalaran Himpunan Mahasiswa Bima periode 2018. Diskusi ini diadakan pada Sabtu (12/05) lalu dan bertempat di depan gedung Megawati UIN MALIKI. Diskusi dibuka oleh moderator selanjutnya penyampaian materi langsung oleh moderator.
Adapun moderator/pemantik dalam diskusi kali ini adalah domisioner HMB, ketua umum periode 2017 yaitu kakanda Jumadil. Kakanda Jumadil menyampaikan materinya secara singkat, karena tujuan dari kegiatan ini adalah berlangsungnya diskusi atau tukar pikiran, jadi hal yang dibahas tidak hanya  yang bersumber dari pemateri, pemateri hanya sebagai fasilitator untuk memantik suatu masalah, sisanya diserahkan kepada seluruh peserta diskusi untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing.
"Berbicara tentang politik dalam pandangan islam, politik yang saya pahami itu adalah sesuatu yang menjadi rumusan atau formula bagi seseorang dalam memandang suatu kehidupan, dimana dari formula-formula itu menjadikan seseorang paham dengan kehidupan yang Ia jalani. Sayangnya politik sekarang dianggap tidak baik oleh sebagian orang, politik kerap dijauhi. Namun dalam kerangka berpikir kita, politik adalah suatu cara atau jalan untuk mengubah kehidupan kita. Orang islam yang tidak memahami politik maka akan diambil alih oleh pihak lain. Jadi bagaimana sikap kita atau cara membangkitkan semangat agar generasi muda peduli terhadap demokrasi dan politik ini?" Tanggap salah seorang peserta diskusi, yaitu saudara Imamuddin.
"Saat demokrasi diterapkan pada masa khulafaurrasyidin ialah sangat tepat, tetapi tidak untuk diterapkan saat ini, karena dengan penerapan demokrasi justru akan melahirkan generasi-generasi yang tidak ahli dalam bidangnya,"tanggap peserta yang lain.
Pemateri menanggapi beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta, "Permasalahan demokrasi dan politik ini tidak bisa kita pandang dari satu aspek saja, mengikuti alur politik, karena kita menganut demokrasi yang dianut oleh Barat, ada baiknya kita memandang ini dalam berbagai aspek antara lain politik ekonomi, politik kebudayaan, politik pendidikan. Pada saat ini demokrasi lebih terlihat di Indonesia dari pada di Amerika Serikat sebagai negara yang menganut demokrasi , hal ini disebabkan oleh adanya kepentingan negara-negara liberal untuk menguasai negara-negara di Asia dalam segala sektornya. Salah satunya  keinginan menguasai sumber daya berupa minyak, Amerika dapat menguasai minyak dengan mempermainkan politik ekonomi,"jawab pemateri menanggapi.
"Adapun cara yang dapat kita lakukan ialah mengingat kita menganut asas demokrasi, maka cara untuk mencapai kekuasaan adalah dengan mengikuti jalur politik, seperti disampaikan oleh beberapa tokoh bahwa pancasila itu merupakan cara kita untuk menerapkan syariah,"
Diskusi berlangsung cukup seru dengan beberapa adu argumen seiring juga dengan matahari yang kian terik. Topik yang diangkat dalam diskusi merupakan topik atau tema yang aktual, sehingga banyak menarik minat peserta diskusi.
Jadi yang dapat disimpulkan dari diskusi tersebut ialah bahwa jeleknya pandangan orang terhadap politik pada saat ini, bukan berarti kita sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa muslim tidak serta merta menjauhinya. Disadari atau tidak, politik merupakan salah satu cara untuk menguasai peradaban, yang dalam hal ini dapat kita fokuskan untuk mempertahankan bangsa agar bangsa Indonesia ini tidak menjadi bangsa yang dikuasai oleh pihak-pihak luar. Semoga diskusi kali ini memberikan pengetahuan baru bagi kita semua yang dapat kita terapkan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...