Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

PENGARUH MEDIA TERHADAP PERKEMBANGAN GENERASI MILLENIAL



PENGARUH MEDIA TERHADAP PERKEMBANGAN GENERASI MILLENIAL
By Liputan HMB


Berbicara tentang jurnalistik, ada baiknya kita mengatahui terlebih dahulu apa itu jurnalistik dan bagaimana perannya terhadap peradaban, sebelum kita ke ranah pengaruh media terhadap perkembangan generasi Millenial. Lalu, apakah jurnalistik itu? Jurnalistik adalah kata yang terdengar cukup akrab ditelinga. Jurnalistik sering dikaitkan dengan berita dan media, apakah jurnalistik hanya sebatas itu? Tentu saja tidak.

Jurnalistik berarti bagaimana aktivitas seseorang dalam menulis berita harian. Jurnalistik itu adalah proses, aktivitas. Itu adalah pengertian jurnalistik dalam lingkup kecil. Selain jurnalistik, ada jurnalisme, dan ada jurnalis. Ketiga kata ini memiliki konsep yang sama, jika jurnalistik adalah aktivitasnya, jurnalisme adalah alirannya, ideologinya, kemudian jurnalis adalah orangnya, orang yang melakukan kegiatan jurnalistik. Contoh saat kita menulis atau meng-update status di facebook ,atau misalnya ketika kita merekam suatu agenda kegiatan, maka kita sudah menjadi seorang Jurnalis.
Jurnalistik sering dikaitkan dengan pers dan media. Ketiga komponen ini tidak dapat dipisahkan. Pers adalah perusahaan yang menaungi jurnalistik, sedangkan media adalah alatnya. Merefleksi sejarah, dunia jurnalistik memiliki peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Pers dapat mengeluarkan berita ketika era Orde Baru. Ketika Orde Lama, pers dibungkam. Seseorang tidak dapat dengan mudah menyebarluaskan informasi, terlebih informasi tentang kemerdekaan.

Jurnalistik juga memiliki pengaruh terhadap suatu peradaban. Contoh R.A Kartini ---penggerak emansipasi wanita--- menyuarakan aspirasinya melalui kegiatan jurnalistik. R.A Kartini sangat aktif dalam menulis berita kepada teman-temannya di Belanda. Lalu pada era millenial ini kita punya Malala, seorang perempuan asal Iran yang dinobatkan sebagai Duta Perdamaian Dunia, melalui tulisan-tulisannya, kegiatan jurnalistik. Jadi kegiatan jurnalistik itu tidak hanya terbatas pada liput-meliput, ataupun seorang wartawan yang  meliput kegiatan dan menyiarkannya dalam berbagai media, baik media cetak maupun media online.

Berdasarkan catatan dari Kementrian Informasi dan Komunikasi di Indonesia, dari 3.444 media online yang ada, hanya terdapat sekitar 300 media yang valid, artinya kurang lebih 10%. Lalu bagaimana dengan 90% lainnya? Bagaimana dengan berita-berita tersebut? Apakah akan terhindar dari yang disebut berita HOAX? Itu yang menjadi pertanyaan besar bagi kita. Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, maka akan semakin marak berita hoax yang ada.

Tema inilah yang diangkat pada diskusi Pengaruh Media Terhadap Perkembangan Generasi Milllenial yang diadakan pada Jum'at (30/3) di gedung B lantai 2 Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Diskusi ini merupakan program kerja perdana bidang Jurnalistik periode kepengurusan 2018. Diskusi dimulai pada pukul 9.30 WIB dengan pembukaan oleh Ketua Bidang Jurnalistik itu sendiri, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Esha Wahdania Nurfathonah atau kak Esha yang merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Bima angkatan 2014. Kak Esha ini sangat aktif berorganisasi, salah satunya di Himpunan Mahasiswa Islam.

Berita hoax kini kian marak menyebar, sadar ataupun tidak  berapa banyak berita hoax yang kita konsumsi setiap hari. Lalu, kenapa berita hoax mudah tersebar? 

"Sekarang era Millenial, kita hidup pada era Millenial, generasi yang akan menghadapi bonus demografi 2030, kita bisa bersuudzon bahwa berita hoax tersebar karena ada kepentingan-kepentingan yang terselubung," kata kak Esha.  "Sebagai generasi millenial, kita sebaiknya dapat memfilter informasi-informasi yang masuk,agar pengaruh media terhadap generasi Millenial banyak memberikan pengaruh yang positif," tambahnya.

Generasi Millenial adalah generasi yang tidak mengalami masa kelam Indonesia, yaitu generasi yang lahir dari tahun 1990 hingga era 2000. Lalu bagaimana dampak media terhadap generasi ini? Berbicara masalah dampak, tentu saja akan ada dampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara lain bagaimana seorang kaum millenial menciptakan sesuatu yang dapat memerangi kapitalis dan meningkatkan pandapatan kaum-kaum kecil. 

Sebagai contoh yaitu aplikasi Grab dan Go-jek. Itu dampak dalam lingkup Ekonomi. Lalu dalam lingkup Agama, kita dapat menyaksikan dakwah-dakwah melalui media. Dalam lingkup sosial, dampak yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Contoh kegiatan diskusi ini. Tanpa media, tentunya akan lebih sulit dalam mengkoordinir  massa.

Selain dampak positif, media juga memiliki dampak negatif, antara lain pada bidang Ekonomi akan terciptanya kapitalisasi. Media itu seharusnya bersifat independen, media meliput memberitakan karena itu memang harus diberitakan, bukan karena ada perintah-perintah dari siapapun. Media dijunjung tinggi karena independensinya. Lalu dalam bidang Sosial, manusia sebagai makhluk sosial perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Pada bidang Agama, dampak negatif media adalah susahnya untuk mengetahui keshahihan suatu hadist yang di-share melalui media, terlebih media online. Karena pada dasarnya beberapa contoh media belum diakui validitasnya.

Kita sebagai generasi millenial juga tidak seharusnya menjustifikasi. Yang dapat kita lakukan adalah memfilter informasi-informasi dari media, tidak langsung menerima informasi-informasi itu tanpa mencari tahu terlebih dahulu. Semoga diskusi kali ini memberikan banyak ilmu yang bermanfaat kepada kita semua, terlebih dalam hal menggunakan media sebaik mungkin. Baik dampak positif, dapat kita tingkatkan, sedangkan dampak negatif dapat kita coba kurangi. Diskusi ini berakhir pada pukul 11.30 WIB yang diakhirii dengan do'a dan penutup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...