Langsung ke konten utama
SUKSES!! HMB UIN Malang Berhasil Mengadakan Gelar Seni Budaya 2025 dengan tema "Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia” Desember 20, 2025 Modernisasi yang melaju pesat kerap menempatkan tradisi pada posisi pinggir. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal sering kali dianggap usang, tidak relevan, bahkan tertinggal. Padahal, tradisi justru menyimpan identitas, kearifan, dan ruh kebudayaan yang menjadi fondasi keberlanjutan suatu masyarakat. Kesadaran inilah yang tercermin dalam Gelar Seni Budaya Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diselenggarakan pada 15 November di Auditorium Kampus 2 UIN Malang, dengan tema “Revitalisasi Nilai Tradisi Menuju Kebangkitan Seni dan Budaya Bima di Indonesia.” Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga medium reflektif untuk menegaskan kembali eksistensi budaya Bima dalam lanskap kebudayaan nasional. Melalui tarian tradisional, musik daerah, busa...

Berorganisasi yang Religius dan religiusnya dalam Berorganisasi


Oleh: Nuraidah

Salah satu penyambung shilah adalah dengan berorganisasi. Ladang dari pengetahuan dan pengalaman yang nantinya bermanfaat bagi umat dan tentunya untuk masing-masing individu itu sendiri. Himpunan mahasiswa bima UIN Maulana Malik Ibrahim Malang salah satu organosasi yang ada di UIN MALANG. Layaknya seperti organisasi biasanya tentu saja tidak lepas dari visi dan misi sebagai landasan berorganisasi. Tepat pada Hari Jum'at, 1 Desember 2017 M/12 Rabi'ul Awwal 1437 H. HMB UIN Malang mengadakan kegiatan religius yaitu merayakan Maulidur Rasul yang di isi oleh Dr.H.Halimi Zuhdy M,pd.MA. Selaku Kajur BSA fak.Humaniora UIN MALANG momemnt seperti ini adalah moment yang sangat membahagiakan bagi umat islam. 

Mengawali pertemuan ini ustad Halimi membuka dengan kalimat "Jadilah seperti matahari yang dimana matahari itu mampu menundukan semua pandangan dengan Cahayanya" begitulah Rasulullah Nabi uswatun hasanah, penerang dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah, panutan bagi umat islam, sebaik-baik manusia, semualia-mulianya manusia. 

Rasulullah adalah orang yang sangat lembut, baik kepada istri-istrinya, anak-anaknya, sahabat-sahabtnya dan kerabat-kerabatnya. Dikisahkan pada zaman Rasulullah ada seorang yang mengambil keringat rasulullah untuk dikenang dan pengobat rindu dikala rindu melanda(daerah mesir dan indonesia berbeda, sebab ketika zaman rasulullah keringat orang-orang disana itu bercucuran sehingga bisa di ambil, berbeda dengan Daerah indonesia yang suasananya adem dan tidak terlalu panas). 

Orang terdahulu sebagai bentuk kecintaannya terhadap rasulullah, sampai-sampai apa saja yang berhubungan dengan rasulullah mereka ambil. Dari sisa air Wudhu Rasulullah dan bahkan dalam ceritanya : bahwasanya Air Ludah Rasulullah tidak pernah jatuh bersentuhan dengan lantai ataupun Tanah karena selalu di ambil dan diwadahi oleh orang-orang pada zamannya. Itu semua sebagai wujud kecintaan mereka terhadap Rasulullah Muhammad SAW. Kadang kala ketika ada acara Maulidul Rasul banyak sekali orang-orang yang merayakannya, mulai dari tasyakuran, diba'an di berbagai masjid sampai-sampai terlena dan mengeluarkan air mata. Tentu saja ini diplerbolehkan, akan tetapi jangan sampai kita hanya merayakan acara seperti ini, memperlihatkan pada dunia bahwa kita itu cinta Akan Rasulullah tapi pada hakikatnya kita jauh dari apa yang telah Rasulullah anjurkan. 

Ada sebuah kisah yang tidak asing lagi didengar tentang kecintaan seseorang kepada seseorang sampai-sampai dia di juluki sebagai orang gila. Cerita tentang Laila Majnun, pada suatu ketika ada anjingnya Laila lalu dilihatlah oleh majnun berharap majnun bisa menemui laila, oleh majnun di ikutinya Anjing tersebut sampai melewati orang-orang yang sedang sholat. Lalu majnun kembali dan berjalan melewati orang-orang yang sholat tadi. "Majnun ? Kenapa engkau berjalan di depan kami yang sedang sholat ?" Oleh majnun di jawab : sholat kalian batal karena ketika sholat, kalian masih bisa melihatku lewat di depan kalian, sedangkan aku tadi tidak melihat kalian, aku hanya mengikuti anjingnya laila berharap aku bisa bertemu dengan laila. Bagaimana bisa kalian mengaku mencintai Allah sedang kalian belum sepenuhnya fokus kepada Allah ketika sholat. Cinta kalian kepada Allah lebih besar cintaku kepada laila. Maka segeralah sholat ulang karena sholat kalian yang tadi itu batal. Begitulah cerita kecintaan majnun terhadap laila. Sungguh cerita yang menginspirasi bagi kita. Lalu bagaimana mencintai rasulullah??????


Sebagai muslim sejati tentunya tidak terlepas dari rukun imam yang 6 itu. Yang pertama imam kepada Allah, lalu bagaimana kita beriman kepada Allah.. ? Bagaimana bisa kita percaya bahwa Allah itu ada ? Bagaimana kita mengimani Nya ? Terkadang ada yang menjawab dengan melihat ciptaanNya. Mentadaburi alam semesta, dan jawaban ini mungkin sangat kurang dari kepuasan. Yang pada intinya kita umat islam harus percaya bahwa Allah itu ada. Untuk mengimplementasikan kecintaan kita kepada Allah maka kita harus mencintai kalam Nya (Al-Qur'an), dengan sesering mungkin membaca dan mentadaburi isinya, sebab pedoman atau undang-undang umat islam itu sendiri pada hakikatnya adalah Al-Qur'an dan Sunahrosul, lalu untuk mengetahui kecintaan terhadap kalam Nya maka kita harus mencintai Rasulullah sebagai pembawa Risalah akan Kalam Nya melalui malaikat jibril, kemudian untuk mengetahui kecintaan kita terhadap Rasulullah yaitu dengan kita mencintai hadits-hadisnya, dan yang terakhir untuk mengetahui kecintaan kita terhadap hadis-hadisnya yaitu dengan kita menjalankan sunah-sunahnya, meneladani akhlak nan prilaku rasulullah, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, karena mengetahui saja tidak lah cukup tanpa mengimplementasinkannya. Dan yang terpenting adalah kita cinta akan akhirat dengan mengabaikan urusan duniawi, benci akan hal-hal yang bersifat duniawi dan mengedepankan urusan akhirat.

Sebagai wujud kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW. Maka marilah kita mengamalkan apa yang menjadi akhlak nya rasul. Sebab setiap amal perbuatan kita sehari-sehari selalu ada yang mengawalnya yaitu malaikat raqib dan atid (pencatat amal baik dan buruk). Bila ada pertanyaan disetiap tangan kanan dan kiri manusia masing-masing ada satu malaikat raqib dan atid, berarti di dunia ini ada banyak malaikat ? Tidaklah seperti itu sebab satu sayap malaikat itu lebarnya dari timur sampe barat, dan manusia tidak ada apa-apanya, manusia bagai semut kecil yang berkeliaran di Bumi, sehingga untuk mengawal semua manusia di bumi cukup satu malaikat saja. Maka selalu ingatlah kepada diri kita semua bahwa kita di dunia hanya sementara, dunia hanya tempat singgah sementara untuk kita mengumpulkan bekal menuju tempat yang abadi yaitu akhirat. Sering sekali kita mengatakan bahwa hidup itu adalah pilihan. Dalam konteks ini antara kita mau meilih surga atau neraka sebagai tempat abadi kita. Semoga kita bisa menjadi Abdillah yang sesungguhnya dan menjadi manusia pilihanAllah untuk menempati Surga Nya.. terkhusus untuk Masyarakat mbojo..
Himpunan Mahasiswa Bima adalah organisasi yang bisa membawa ke jannah Nya.. amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merayakan Budaya, Menegakkan Aturan:  HMB UIN Malang Raih Juara Umum Pada Lomba Parade Budaya Maliki Festival 2025 Desember 19, 2025 Maliki Festival merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dema Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas mahasiswa melalui berbagai cabang lomba bernuansa budaya, seperti fashion show busana adat daerah, pertunjukan tari tradisional dari berbagai wilayah, serta perlombaan lain yang berlangsung meriah dan sarat nilai kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, muncul persoalan terkait penetapan juara, bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan penilaian, melainkan akibat kurangnya ketelitian panitia dalam melakukan verifikasi administrasi peserta. Ditemukan adanya peserta yang berasal dari instansi lain dan sempat diloloskan hingga meraih juara, padahal dalam petunjuk teknis (juknis) telah ditegaskan bahwa peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Hal ini ...

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi

Ekspedisi, Langkah Awal Rekonstruksi By: Liputan HMB    Himpunan Mahasiswa Bima (HMB) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yang dilantik seminggu lalu baru saja melaksanakan rapat kerja yang diadakan pada hari Jumat, 16 februari 2018 dan bertempat di kampus Uin Maulana Malik Ibrahim Malang tercinta. Rapat kerja ini selain dihadiri oleh pengurus juga dihadiri tim Formatur HMB, salah satunya saudara Eman Suherman sebagai pendamping dan tentunya yang akan memberikan kritik dan saran kepada pengurus. Mengingat betapa pentingnya rapat kerja itu sendiri. Rapat kerja dapat dikatakan sebagai langkah awal untuk menetapkan program-program yang telah dirancang oleh masing-masing divisi untuk dirembuk bersama, kemudian berdasarkan hasil diskusi forum akan disepakati apakah dilaksanakan atau tidak? Mengutip dari Eman Suherman (Ketua Umum HMB periode 2015/2016) "Rapat kerja ini sangat krusial untuk dilakukan dan jika dapat dikatakan wajib terutama pada awal pe...

SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER

  SIAP MASUK HMB BERARTI JUGA HARUS SIAP DIKADER (pengkaderan HMB UIN Malang angkatan 2022) Oleh: La Gangga Pengkaderan merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh setiap organisasi disetiap periodenya, pengkaderan merupakan kegiatan peresmian masuknya angkatan baru yang ditandai dengan ikrar dan pembaiatan. Pengkaderan merupakan kegiatan sakral yang memang harus ada dan itu membuktikan bahwa organisasi masih hidup dan berkelanjutan, karena yang dikader adalah orang-orang (angkatan) baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan didalam organisasi tersebut. Seperti organisasi pada umunya, HMB UIN Malang pada setiap periodenya melakukan kegiatan pengkaderan. Tujuan dari diadakannya pengkaderan ini adalah untuk membentuk karakter kader agar menjadi kader yang berkualitas dan unggul serta mampu beradaptasi dengan persoalan-persoalan yang akan dihadapi oleh HMB dimasa yang akan datang, namun selain daripada itu mengingat HMB adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, makan ...